Subscribe to RSS feeds

Friday, April 27, 2012

Orang Paling Kuat

• Parameter kekuatan menurut Islam

Mungkin banyak di antara kita yang masih ingat pertandingan eksibisi antara raja tinju dunia; Muhammad Ali dengan juara gulat dunia; Antonio Inoki di tahun 1976. Banyak kalangan kecewa dengan hasil akhir sabung manusia tesebut, karena ternyata draw! Mereka penasaran ingin mengetahui siapakah yang lebih KUAT? Begitulah ukuran kekuatan di mata kebanyakan orang; kuat secara fisik dan duel semata.

Islam memiliki parameter lain dalam menilai kekuatan. Kata Nabi shallallahu’alaihiwasallam,

“لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ“

Monday, April 23, 2012

Utamakan Akhlak

Bismillah,
Sering kita mendengar beberapa orang dengan kesal karena tingkah laku si fulan, berkata "Sudah lama 'ngaji' tetapi akhlak tidak baik...". Ketika orang lain sudah berkata seperti itu, itulah tandanya kita belum benar-benar melihat diri kita sebelum melihat orang lain.

Pelajarilah apa yang terjadi pada ulama salaf, mereka mendahulukan perbaikan akhlak sebelum menerima ilmu. Bahkan ada yang memperbaiki akhlaknya hingga bertahun-tahun. Memang tidak mudah jika tidak ada keikhlasan pada diri kita untuk mengubah sikap kita yang sebelumnya pemarah, suka mencari kesalahan orang lain, bahkan tanpa sadar melakukan ghibah.

Sunday, April 15, 2012

Jaminlah 6 Perkara

Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wa sallam sangat memperhatikan akhlak umatnya, sehingga umatnya bisa memiliki kemuliaan dengan akhlaknya tersebut. Nabi menjamin surga kepada siapa saja dari umatnya yang bisa menjamin 6 perkara pada dirinya,

Beliau shallallahu'alaihi wa sallam berkata,
"Jaminlah untukku enam perkara pada diri kalian, maka aku akan jaminkan kalian surga. Jujurlah dalam berkata-kata, Penuhilah janji apabila berjanji,

Tidak Hanya Bicara [Video]


Saturday, March 10, 2012

Niat


At Tauhid edisi VIII/11

Oleh: Rizki Amipon Dasa


Suatu amalan ibadah tidaklah akan diterima kecuali  jika terkumpul dua syarat, yaitu ikhlas dan ittiba’. Ikhlas berkaitan dengan amalan hati yaitu niat, sedangkan ittiba’ adalah berkaitan dengan amalan dzahir seseorang, apakah ia sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah atau tidak. Dengan kata lain, niat ikhlas adalah tolak ukur ibadah hati dan ittiba’ur rasul adalah tolak ukur ibadah dzahir.


Shoutbox