Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Showing posts with label Ibadah. Show all posts
Monday, July 8, 2013
Tata Cara Shalat Malam dan Witir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Sunday, July 7, 2013
Menyikapi Perselisihan Dalam Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan
Di negeri yang kita cintai ini, hampir setiap tahunnya datangnya bulan suci Ramadhan dibarengi dengan adanya perselisihan diantara kaum muslimin mengenai penentuan awal dan juga akhir Ramadhan. Sebagian orang menggunakan metode ru’yatul hilal dan sebagian lagi lebih mempercayai hisab falaki atau perhitungan astronomis. Debat dan diskusi hampir selalu bergulir setiap tahunnya, bahkan lebih dari itu, sebagian orang menjadikan masalah ini sebagai patokan wala’ wal bara’, masing-masing mengunggulkan golongan dan ormasnya. Sebagiannya lagi menjadikan hal ini sebagai bahan pertengkaran dan caci-maki. Bagaimana sebenarnya sikap yang benar?
Friday, July 5, 2013
Mengagungkan Masjid dan Hari Jum’at Dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
(oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan)
Takwa adalah sumber seluruh kebaikan sehingga orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang
yang menyibukkan dirinya dengan berbagai kebaikan, baik terkait dengan dirinya maupun orang lain. Termasuk kebaikan yang muncul dari ketakwaan adalah amalan yang mengagungkan syiar-syiar Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana firman-Nya,
ذَالِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَآءِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)
Takwa adalah sumber seluruh kebaikan sehingga orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang
yang menyibukkan dirinya dengan berbagai kebaikan, baik terkait dengan dirinya maupun orang lain. Termasuk kebaikan yang muncul dari ketakwaan adalah amalan yang mengagungkan syiar-syiar Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana firman-Nya,
ذَالِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَآءِرَ اللهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)
Tuesday, March 12, 2013
76 Dosa Besar yang Dianggap Biasa
Alhamdulillah, berikut ini kami sampaikan dosa-dosa besar yang ditulis di Kitab Al Kabair karya Imam Adz-Dzahabi -rahimahullah-
(edisi Indonesia: 76 Dosa Besar yg Dianggap Biasa). Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk menjauhinya, aamiin...
1. Syirik (menyekutukan Allah)
2. Membunuh
3. Sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak membayar zakat
Friday, April 27, 2012
Mandi 5 Kali Sehari
Tuesday, February 14, 2012
Belajar dari Lampu Senter
Lampu senter, alat ini populer dikenal para satpam dan petugas pos kamling. Lampu ini seolah menjadi perangkat wajib bila bertugas malam. Lampu senter menjadi alat penerangan alternatif di tengah kegelapan. Saat listrik padam, atau menyusuri lorong-lorong hutan lampu senter juga bak penyelamat. Perannya juga sangat dinantikan pada saat mencari benda aksesoris kecil yang hilang di sudut-sudut ruangan sempit.
Memang, lampu senter ini menjadi vital saat malam hari tiba. Adapun di saat siang lampu ini tidak berguna. Tak ada bedanya menenteng lampu senter atau tidak di siang hari. Hal ini mengingat lampu senter adalah bekal yang hanya diperlukan pada saat yang tepat.
Memang, lampu senter ini menjadi vital saat malam hari tiba. Adapun di saat siang lampu ini tidak berguna. Tak ada bedanya menenteng lampu senter atau tidak di siang hari. Hal ini mengingat lampu senter adalah bekal yang hanya diperlukan pada saat yang tepat.
Kiat Memperoleh Keikhlasan
Sumpah iblis ketika diusir Allah dari surga adalah mencari pengikut sebanyak-banyaknya dari keturunan Adam. Itulah tugas utama mereka hingga matahari terbit dari barat. Apa pun caranya, di manapun, kapanpun, dan siapapun manusia itu tak akan lepas dari godaan iblis dan keturunannya. Allah berfirman menceritakan sikap mereka,
"Iblis menjawab: 'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus.
"Iblis menjawab: 'Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus.
Tuesday, August 30, 2011
Tata Cara Shalat Idul Fitri
1. Sutrah (pembatas shalat) bagi imam

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju lapangan pada hari raya, beliau memerintahkan untuk menancapkan bayonet di depan beliau, kemudian beliau shalat menghadap ke benda tersebut. (H.r. Al-Bukhari)
2. Shalat Idul Fitri dua rakaat
Umar bin Khaththab mengatakan, “Shalat Jumat dua rakaat, shalat Idul Fitri dua rakaat, shalat Idul Adha dua rakaat ….” (H.r. Ahmad dan An-Nasa’i; dinilai sahih oleh Al-Albani)
3. Shalat dilaksanakan sebelum khotbah
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma; beliau mengatakan, “Saya mengikuti shalat id bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman radhiallahu ‘anhum. Mereka semua melaksanakan shalat sebelum khotbah.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)



